Kenapa Nyeri Bisa Bertahan Meski Memar Sudah Menghilang?

Artikel, Nyeri dan Memar
Kenapa Nyeri Bisa Bertahan Meski Memar Sudah Menghilang?

Setelah benturan atau jatuh saat berolahraga, wajar jika kamu melihat lebam muncul lalu perlahan memudar dalam beberapa hari. Namun, kadang warna birunya sudah hilang, tetapi area tersebut masih terasa nyeri saat ditekan atau digerakkan. 

Banyak orang jadi bingung: kalau memarnya sudah hilang, apakah seharusnya nyerinya juga ikut hilang? Ternyata tidak selalu demikian.

Kulit dan jaringan di bawahnya bisa pulih dengan kecepatan yang berbeda. Memahami perbedaan ini membantu kamu membaca kondisi tubuh sendiri dengan lebih tenang dan tidak langsung menganggapnya sebagai hal yang tidak normal.

Kenapa Memar Bisa Hilang Duluan?

Memar bisa terlihat hilang lebih cepat daripada rasa nyerinya karena kulit dan jaringan di bawahnya memiliki kecepatan pemulihan yang tidak selalu sama.

Warna memar atau lebam muncul akibat darah yang keluar dari pembuluh darah kecil setelah benturan, lalu terkumpul di bawah kulit, seperti yang juga dijelaskan dalam pembahasan tentang nyeri memar bersamaan

Seiring waktu, tubuh akan memecah dan menyerap kembali darah tersebut, sehingga warna kulit kembali normal. Proses ini umumnya berlangsung dalam beberapa hari hingga dua minggu, tergantung ukuran dan tingkat benturannya.

Yang sering tidak disadari, hilangnya warna memar hanya menandakan bahwa darah di bawah permukaan kulit sudah terserap. Hal itu tidak selalu berarti seluruh jaringan di sekitarnya, seperti otot, tendon kecil, atau jaringan ikat, sudah pulih sepenuhnya.

Jaringan lunak yang mengalami tekanan atau cedera ringan biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk benar-benar kembali ke kondisi normal. 

Proses pemulihannya terjadi di lapisan yang lebih dalam dan tidak terlihat dari luar. Jadi, meskipun tampilan kulit sudah kembali normal, proses perbaikan di dalam jaringan masih bisa terus berlangsung.

Mengapa Masih Bisa Terasa Nyeri Saat Beraktivitas?

tetap aktif saat nyeri ringan

Saat tubuh kembali digunakan untuk aktivitas fisik, area yang sebelumnya tampak membaik masih bisa terasa sensitif atau nyeri.

Ketika kamu bergerak, otot dan jaringan di sekitar area yang pernah mengalami benturan ikut bekerja. Jika jaringan di area tersebut belum pulih sepenuhnya, tekanan dari gerakan bisa memicu rasa tidak nyaman atau nyeri lokal, terutama saat area itu ditekan, diregangkan, atau digunakan berulang kali.

Hal ini cukup sering terjadi pada orang yang aktif berolahraga. Setelah mengalami benturan atau keseleo ringan, seseorang mungkin merasa sudah membaik karena memar di kulit sudah tidak terlihat. Namun, saat kembali beraktivitas atau melakukan gerakan yang melibatkan area tersebut, nyeri bisa muncul lagi.

Nyeri yang masih muncul setelah memar hilang sebenarnya cukup umum dan tidak selalu menandakan adanya cedera baru. Area yang baru pulih di permukaan kulit bisa tetap lebih sensitif dari biasanya, dan sensitivitas ini biasanya akan berkurang seiring waktu ketika jaringan di bawahnya benar-benar selesai proses pemulihan.

Karena itu, penting untuk tidak hanya menilai kondisi dari tampilan kulit saja. Rasa nyeri yang masih muncul saat bergerak tetap merupakan sinyal yang perlu diperhatikan, bukan diabaikan hanya karena warna memarnya sudah hilang.

Apa yang Perlu Dipahami Soal Pemulihan Nyeri Memar?

Pemulihan nyeri biasanya berlangsung bertahap, sehingga rasa tidak nyaman yang masih tersisa tidak selalu berarti ada masalah baru.

Setelah benturan ringan saat aktivitas fisik, wajar jika nyeri tidak langsung hilang bersamaan dengan memar. Proses pemulihan jaringan lunak memang berbeda pada setiap orang. Faktor seperti usia, jenis aktivitas, dan seberapa dalam jaringan yang terdampak dapat memengaruhi lama keluhan bertahan.

Yang perlu diperhatikan adalah trennya: apakah nyeri perlahan berkurang dari hari ke hari? Dalam konteks pemulihan yang lebih luas, hal ini juga dibahas dalam panduan manajemen nyeri cedera ringan pada orang aktif. 

Jika nyeri semakin ringan dari waktu ke waktu, itu umumnya menjadi tanda bahwa proses pemulihan berjalan dengan baik, meskipun belum sepenuhnya hilang.

Sebaliknya, jika nyeri justru semakin berat atau muncul pembengkakan baru setelah beberapa hari, sebaiknya kamu mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, terutama bila sudah mengarah ke tanda bahaya nyeri setelah cedera ringan.

Pada fase awal setelah benturan, saat area masih terasa nyeri, memar, atau sedikit bengkak, sebagian orang juga menggunakan gel pereda nyeri dan memar sebagai bagian dari perawatan awal sesuai kebutuhan. 

Salah satu contohnya adalah Thrombovoren Emulgel dengan kandungan heparin sodium dan diclofenac diethylamine, yang dapat digunakan sesuai petunjuk pada area tangan atau kaki yang terdampak cedera jaringan lunak tumpul akut tanpa komplikasi. Produk ini hanya digunakan pada bagian luar tubuh dan tidak boleh dioleskan pada luka terbuka.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Kapan nyeri setelah memar hilang biasanya masih dianggap wajar?

Nyeri yang masih terasa setelah memar memudar bisa saja masih wajar jika jaringan di bawah kulit belum sepenuhnya pulih. Pada banyak kasus, rasa nyeri membaik bertahap seiring waktu dan tidak selalu hilang bersamaan dengan perubahan warna kulit. Jika nyeri semakin berat atau justru tidak menunjukkan perbaikan, itu patut diperhatikan.

Apakah boleh tetap beraktivitas fisik kalau memarnya sudah hilang tapi masih nyeri?

Aktivitas fisik ringan sering masih mungkin dilakukan, tetapi sebaiknya disesuaikan dengan tingkat nyeri dan bagian tubuh yang terdampak. Bila gerakan tertentu memicu nyeri yang jelas, itu bisa menjadi tanda bahwa area tersebut belum siap menerima beban penuh. Memaksakan diri saat masih nyeri dapat memperlambat pemulihan.

Berapa lama nyeri setelah memar hilang bisa bertahan?

Lamanya nyeri setelah memar hilang berbeda-beda, tergantung seberapa dalam jaringan yang terkena dan seberapa besar cedera awalnya. Pada sebagian orang, keluhan bisa membaik dalam beberapa hari, tetapi pada yang lain dapat bertahan lebih lama meski tanda memarnya sudah pudar. Yang paling penting adalah melihat apakah nyerinya makin ringan dari waktu ke waktu.

Kapan saya perlu memeriksakan nyeri setelah memar hilang ke tenaga kesehatan?

Pemeriksaan sebaiknya dipertimbangkan jika nyeri tidak membaik, malah makin kuat, atau disertai bengkak yang menetap dan gangguan gerak. Keluhan seperti kebas, kelemahan, atau nyeri yang mengganggu aktivitas fisik juga layak dievaluasi. Ini membantu memastikan apakah ada cedera jaringan yang lebih dalam dari sekadar memar biasa.

Apa yang membedakan nyeri biasa setelah memar dengan tanda cedera yang lebih serius?

Nyeri biasa biasanya perlahan berkurang dan sejalan dengan proses pemulihan, meski bekas memar sudah hilang. Sebaliknya, nyeri yang terus menetap, terasa tajam, atau makin mengganggu saat digerakkan bisa menandakan jaringan di bawah kulit belum pulih baik. Karena itu, perubahan pola nyeri penting dipantau, bukan hanya perubahan warna kulit.

Disclaimer

Konten ini bersifat informatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan tenaga kesehatan. Informasi dalam artikel ini disusun untuk tujuan edukasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai diagnosis atau anjuran pengobatan.

Setiap keluhan yang menetap atau memburuk sebaiknya dievaluasi langsung oleh profesional medis.

 

Sumber Referensi: